Cara Mengurus STNK Sepeda Motor di Kota Medan

indexSelamat berbahagia semuanya, semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Aamiin. Pada kesempatan ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya mengurus STNK Sepeda Motor yang memasuki akhir masa berlaku 5 tahun. Coba lihat STNK Sepeda motor kamu dan pastikan masa berlakunya tidak memasuki waktu kadaluarsa, karena sebelum terlambat kamu harus segera mendatangi kantor Samsat untuk pengurusan lebih lanjut..

Setelah beredar kabar adanya kenaikan biaya dalam pengurusan STNK, saya pun dengan keberanian hati dan kantong mendatangi kantor samsat kota Medan yang berada di Jl.Putri Hijau. Masa berlaku STNK sepeda motor yang saya miliki akan berakhir pada tanggal 28 Januari 2017 mendatang , dan itu berarti plat kendaraan saya juga harus diganti karena sudah 5 tahun berlakunya.

Jika kamu hendak mengurus STNK yang sudah 5 tahun pastikan kamu membawa :

  1. KTP ASLI nama yang ada di STNK
  2. KTP ASLI yang mengurus STNK (jika nama pada STNK Bukan milik kamu)
  3. BPKB
  4. STNK P
  5. Sepeda motor (karena kalau  STNK 5 tahun akan dilakukan cek fisik)
  6. Pulpen (ini penting karena kamu akan banyak menulis formulir)

Banyak cara sebenarnya yang bisa kamu tempuh untuk mengurus STNK, salah satunya dengan mengurus dengan perantara calo, kamu tinggal terima beres. Namun cara seperti ini tidak baik untuk mentalitas bangsa Indonesia khususnya diri kamu sendiri. Oleh karena itu saya akan memberi kamu informasi bagaimana sih proses pengurusan STNK 5 Tahun di kantor samsat, caranya mudah kok, yakni :

  1. Sediakan niat untuk melalui proses pengurusannya sendiri (no calo)
  2. Sediakan segala kebutuhan yang harus dibawa
  3. Bawa bekal minum dan makanan karena kurang lebih kamu akan memerlukan waktu  3 jam hingga STNK dan Plat kendaraan selesai.
  4. Datanglah pagi hari agar tidak terlalu rame di kantor samsat
  5. Masukkan kendaraanmu kearea samsat, untuk kantor samsat jl. putri hijau kamu bisa langsung memasuki area tes fisik kendaraan dibagian kiri belakang kantor. diarea tersebut kamu akan menemui petugas dan jangan segan untuk bertanya
  6. Setelah kendaraan kamu di tempatkan di tempat tes fisik kamu bisa mendatangi loket yang ada didekat situ, dan kamu harus menunjukkan STNK, BPKB, dan KTP ASLI sesuai nama yang ada di STNK
  7. Setelah itu kamu akan diarahkan untuk tes fisik dan serahkan formulir yang harus diisi kepada petugas, jangan lupa ucapkan terimakasih kepada petugas dan ikuti petunjuk selanjutnya
  8. Selanjutnya kamu bisa mendatangi koperasi yang menyediakan jasa fotokopi. cukup kamu serahkan berkas yang sudah disusun rapi kepada petugas fotokopi dan kamu akan dikenakan biaya sekitar Rp 3000,- setelah itu kamu juga harus membeli map khusus, jika kamu bukan pemilik nama pada STNK berarti kamu harus membeli juga surat kuasa seharga Rp 7500,- (sudah termasuk Materai)
  9. Jangan heran jika kamu mendapati tawaran untuk mengisi formulir dalam syarat pengurusan yaps itu adalah orang2 yang dapat membantu kamu dalam kebingungan. namun berdasarkan pengalaman saya jika kamu yakin semua keperluan yang saya sebutkan diatas sudah kamu bawa dan asli kamu bisa mengurusnya sendiri. saya sarankan juga setelah kamu membeli amplop dan surat kuasa kamu bisa langsung keruangan pengurusan STNK, abaikan saja tawaran bantuan yang kamu terima dengan sopan dan santun.
  10. Saat diruangan pengurusan kamu akan dibantu dengan papan petunjuk dan kamu juga dapat menanyakan proses pengurusan dengan karyawan yang khusus disediakan untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam mengisi formulir. Jika kalian memiliki niatan untuk memberikan uang sebagai ucapan terimakasih berikan lah secara ikhlas dan sewajarnya, namun jika tidak diberikan uang pun tidak masalah namun pastikan kamu mengucapkan terimakasih dengan senyuman yang termanis.
  11. setelah kamu dibantu untuk mengisi formulir yang harus diisi kamu akan diarahkan ke loket khusus, kemudian loket pendaftaran, kemudian loket pembayaran dan akhirnya kamu menunggu untuk penyerahan STNK dan Plant kendaraan baru.

Saya sampai kantor samsat pukul 9.40 dan selesai pukul 11.00 wib. Jangan takut untuk mengurus segala sesuatunya sesuai prosuderal karena tak ada yang lebih baik ketimbang berlaku curang. Untuk isyu dimana menyatakan pajak kendaraan mengalami kenaikan 100% atau bahkan berkali-kali lipat itu tidak benar.  Ada penaikan harga namun dirasa cukup wajar dan tidak seperti isyu yang simpang siur sebelumnya. mari urus STNK kamu yang sudah memasuki waktu akhir masa berlaku. lebih cepat lebih baik.

semoga bermanfaat

salam Bahagia

BUTUH TELUR? DISTRIBUTOR TELUR TERPERCAYA KOTA MEDAN solusinya

Hasil gambar untuk TELUR

MITRA SETIA adalah Distributor telur terpercaya kota medan.  Kami ingin memberikan info dan penawaran menarik bagi siapa saja yang ingin maju bersama dalam bidang per-teluran dikota medan. Kami membuka diri untuk bermitra bersama anda, siapa saja yang serius dan membutuhkan produk serta  jasa dari kami.

Mitra usaha :

  1. Bagi para pelaku usaha kuliner yang membutuhkan pasokan telur yang berada disekitar Medan, kami bersedia menjadi mitra bisnis anda dengan menyediakan pasukan telur yang stabil dan berkualitas serta siap memberikan pelayanan yang terbaik dan memuaskan, agar usaha anda semakin berkembang, anda tenang kami pun senang.
  2. Bagi para pelaku usaha eceran yang memerlukan pasokan telur untuk dijual kembali dalam jumlah kecil maupun besar, kami siap untuk bermitra bersama anda. Bagi anda yang baru memulai usaha kami akan berbagi pengalaman dan tips kepada anda, agar kita bisa maju bersama.

Hubungi sekarang juga :

WA : 08566152008

PHONE : 081361733614 / 085362231708

LINE : medanbahagia

salam

Bahagia

DISTRIBUTOR TELUR AYAM KOTA MEDAN

telur-_150122154651-101

Kami Menyediakan telur ayam eropa dalam jumlah banyak dengan harga grosir. Cocok untuk anda yang memiliki usaha warung eceran, usaha kuliner, dan rencana membuat acara hajatan. Mari bermitra bersama kami dan dapatkan keuntungan yang berlipat (kami siap mengantar ketempat anda).

Berikut ini beberapa alasan kenapa memilih menjadi mitra kami :
1. Telur sehat dan berkualitas
2. Telur selalu dalam kondisi segar dan baru karena telur diambil langsung dari peternakan mitra
3. Telur Bisa di antar ke Toko maupun tempat usaha anda*
4. Harga Lebih Terjangkau di bandingkan dengan harga pasar
5. Stok selalu tersedia

Hubungi kami :

WA : 08566152008 / 081361733614

Telegram : https://web.telegram.org/#/im?p=@Desiyaniharahap

*syarat dan ketentuan berlaku

Lubuk Larangan Rianiate dan Pesona Danau Siais, Tapanuli Selatan

 

Siang hari setelah menyaksikan pembukaan lubuk larangan di kampung rocitan, saya kembali kerumah abang sepupu saya, yang memang bertempat tinggal dikampung Rocitan. “cemana, rame tadikan?” tanyanya yang tak perlu saya jawab, karena jawabannya sudah pasti rame menurut saya. “ayok la bang naik gunung kita” saya menagih janji abang saya, untuk menemani saya naik gunung, lebih tepatnya bukan gunung melainkan bukit bukit yang berjajar sepanjang mata memandang di sekitaran kampung rocitan berada. “ke rianiate, danau siais aja lah ya” tutur nya, yang saya memaklumi, jika naik gunung disiang hari ini, dalam kondisi acara masih berlangsung, dan waktu yang tak begitu panjang menjelang kepulangan saya ke Medan membuat saya yakin menjawab “kemana aja boleh bang”.

Tak beberapa lama kemudian, keponakan saya lengkap dengan motor (kereta) berkoplingnya sudah siap untuk mengajak saya berkunjung ketempat bersejarah dengan lubuk larangan yang tak pernah lagi dibuka karena pawing yang penutupnya tak pernah kembali lagi, dikisahkan itu saat jaman Imam Bonjol. Lubuk larangan tersebut berada di belakang masjid Baburahman yang berada di kel. Rianiate (ketika saya Tanya artinya, keponakan saya pun tak mengetahui artinya). Perjalanan menuju lubuk larangan tersebut kurang lebih 1 jam dengan menempuh jalan yang tak mulus, namun aneh nya setiap melewati jembatan, aspal hitam yang mulus pun dapat dinikmati sesaat.

DSC03881
tepat diblekang Masjid Baburahman terdapat lubuk larangan penuh kisah

Saat diperjalanan, saya dan keponakan saya tak henti bercerita baik tentang kisah hidup, hingga kisah – kisah yang unik dari setiap kampung yang kami lewati. Lebih dari 5 kampung yang kami lewati. Ada salah satu kampung yang saya lupa namanya tak jauh dari kampung rocitan, memiliki cerita unik dimana kampung tersebut sampai saat ini belum dimasuki aliran listrik, dan hanya menggunakan genset untuk aktifitas yang terkait dengan listrik. Mayoritas penduduknya adalah suku nias yang bermata pencarian berkebun, sehingga rumah – rumah mereka sering ditinggalkan kosong dalam waktu yang panjang. Selain itu uniknya sepanjang perjalanan menuju kel. Rianiate saya hanya melewati 1 sekolah dasar dan itu pun jaraknya sangat jauh dari satu kampung kepampung lainnya. Bayangan saya menembus batas dan terlintas “berapa jauh adik – adik kecil ini berjalan untuk bersekolah”. Satu jam perjalanan yang saya tempuh, itu karena keponakan saya ngegas tanpa peduli lubang dan lain sebagainya, kalau normal jarak tempuh sekitar 1,5 jam – 2 jam.

DSC03868
salam dari bonus jalan beraspal dan indahnya danau siasi dari kejauhan

Pemandangan yang indah saya dapati sepanjang jalan, bukit hijau, bukit berbatu, bukit gundul, danau siais dari kejauhan, dan rumah – rumah warga yang kosong. Perjalanan selalu menyisakan pembelajaran, dan saya sangat menikmati perjalanan tersebut. Tiba saya di kantor lurah Rianiate, tak jauh saya memasuki sebuah kampung yang rumah – rumahnya terbuat dari kayu, dan keponakan saya mengehntikan sepeda motornya di depan sebuah masjid bernama Baburahman, dan tepat dibelakang masjid tersebut terdapat aliran sungai yang penuh dengan ikan berwarna ikan. “ini ikannya dulunya warna merah bou, tapi karena ngak pernah diambil jadi berlumut badan ikannya” jelas keponakan saya. Sudah lama semenjak pawang yang menutup lubuk larangan ini tidak pernah kunjung kembali ke kampung tersebut, lubuk larangan itu pun tidak pernah dibuka sampai dengan saat ini, ikan yang ada tidak pernah diambil dan satu persatu punah dengan sendirinya karena usia yang sudah menua, perkembang biakannya pun alami. Aliran sungai tersebut terlihat tidak terurus, dan cenderung banyak sampah. “dulu ada yang besar ikannya, tapi sekarang ngak Nampak lagi” tutur bapak – bapak yang baru keluar dari kamar mandi masjid. Saya terpukau dengan ikan – ikan yang bergerombol saat makanan ringan saya lempar ke air. Dari cerita yang saya dengar sebelumnya, beberapa waktu lalu, ada anak peramuka yang tidak mengindahkan pantangan untuk tidak mengambil ikan dan memakan ikan dari lubuk larangan tersebut, dan setelah menyantap ikan tersebut 2 hari kemudian menjemput ajalnya. Percaya tidak percaya, namun yang namanya kehidupan sudah semestinya saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

DSC03870
ikan di lubuk larangan Rianiate

Puas bercengkrama dengan ikan, saya dan keponakan saya pun bergegas menuju danau siais. Menenangkan, indah dan sangat menakjubkan adalah kesan yang saya dapat saat menikmati danau sias. Beberapa tahun lalu danau ini pernah dibuka sebagai objek wisata, berbagai fasilitas dilengkapi terlihat dari plank selamat datang dikawasan danau sias yang sudah oleng tak berbekas, serta gazebo yang dibuat permanen kini tak berbentuk lagi. Keponakan saya menjelaskan bahwa semenjak ada korban yang meninggal didanau, objek wisata ini ditutup dan ditambah akses jalan yang sangat tidak mendukung berkembangnya potensi wista yang terpendam di tapanuli selatan ini. Saat saya dan keponakan saya berhenti ditepian danau siais saya melihat satu keluarga lengkap dengan 2 anaknya yang masih kecil tengah bermandi – mandi di segarnya air danau sias.

DSC03886
ini indahnya Danau Siais

“saya yakin kematian seseorang disuatu tempat bukan menjadi penyebab ditutupnya sebuah tempat wisata. Melainkan ketidakmampuan pengelolaan yang telah dibuka yang  seharusnya dilakukan pengembangan kearah yang jauh lebih baik dari waktu kewaktu”  benak saya berbisik

Saya yakin di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara masih banyak potensi wisata yang tersimpan rapi dengan penuh daya tarik dan potensinya yang tersimpan didalamnya. Berwisata secara bijak adalah pilihan yang mutlak bagi siapapun, seharunya.

DSC03883
Pesona Danau Siais

Puas memanjakan pandangan dengan ketenangan danau siais, saya dan keponakan saya pun bergegas kembali menuju kampung Rocitan. Diperjalanan saya melewati jalur yang sudah dilalui, jalan yang berlubang dan menanjak serta menurun. Badan mulai terasa pegal namun perbincangan saya dan keponakan saya masih terus berlanjut sepanjang perjalanan. Pandangan saya tertuju pada sebuah bangunanan yang taka sing bagi saya, yakni bangunan sekolah yang terletak dipinggir jalan berbatu. Saya tersadar sepanjang perjalanan saya tak menemukan bangunan sekolah selain ini. “iya bou jadi anak – anak yang sekolah disini jalannya lumayan jauh, ya kalau ada mobil lewat bisa numpang, karena kan orang tuanya juga sibuk bekerja jadi jarang ada yang diantar dan dijemput”. Perjalanan saya kali ini juga tidak lepas pada sebuah refleksi tentang pendidikan. Dari kisah keponakan saya yang sedang menjalin hubungan dengan seorang guru honor disekolah dikampungnya saya merasa haru, bahwa masih ada guru yang meninggalkan kenyamanan kotanya (Sidimpuan) untuk mengajar disebuah kampung yang walaupun jawak tempuhnya 2 jam namun akses jalannya sangat sulit jika dilalui pulang pergi rumah – sekolah. Teman dekat keponakan saya itu tinggal dikampung Rocitan, pagi mengajar disekolah, pulang sekolah mengajar les tambahan bagi yang belum bisa membaca, malam harinya mengajar ngaji anak – anak – anak disekitar kampung. “walaupun satu kampung, jarang kali la kami ketemu bou” tutur keponakan saya yang sadar bahwa untuk menghasilkan generasi yang baik, ia membutuhkan patner hidup yang sholeha  dan berpendidikan. “dia ngak cantiknya bo, tapi sholeh” lanjut keponakan saya bercerita begitu semangat tentang kisah cintanya dengan ibu guru yang luar biasa bagi saya. Dari kisah cinta keponakan saya, saya kembali belajar bahwa lelaki tidak akan dengan begitu gampang memilih seorang wanita untuk dipersunting menjadi istri jika tidak melihat bibit, bebet, bobotnya, namun lebih dari itu agama yang baik adalah hal terbaik yang akan dilihat dari seseorang, baik itu perempuan maupun lelaki.

DSC03887
keponakan yang tak lagi kecil

Keponakan kecil saya, kini sudah besar ternyata. Pembicaraan mengalir begitu saja tak terasa kami telah sampai di rumah abang saya. Sesampainya saya dirumah saya menyempatkan waktu untuk berbagi cerita dengan keluarga yang ternyata ingin juga mengunjungi tempat yang baru saja saya kunjungi. Mengingat tiket taksi dari sidimpuan – medan belum saya beli, saya pun bergegas untuk bersiap – siap. Dan sempat hujan mengguyur, setelah hujan saya dan rombongan keluarga bergegas kembali ke sidimpuan. Menaiki mobil pick up lengkap dengan tenda dan jalan yang berbatu menambah keseruan perjalanan saya dan keluarga. Sesampainya di padang sidimpuan saya nyaris kehabisan tiket pulang ke Medan. Kepulangan saya dan ayah kemedan selalu menyelipkan kisah haru dengan keluarga yang tinggal di sidimpuan, harapan akan bertemu kembali mesti kenyataan menjadi suatu rahasia terindah dari Allah SWT.

Well part terakhir ini sepertinya sudah sedikit membosankan karena, sudah terbawa perasaan. Intinya yang ingin saya sampaikan kemanapun kaki kita melangkah niatkan yang terbaik dan maksimalkan silaturahmi pada sesama. Sekian kisah pembelajaran dan perjalanan saya kali ini, sampai bertemu di pembelajaran lainnya. Salam bahagia untuk semua

LUBUK LARANGAN DI KAMPUNG ROCITAN, TAPANULI SELATAN

 

DSC03774Minggu, 17 Juli 2016, pagi dini hari di kampung Rocitan, Tapanuli Selatan (sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Padang Sidimpuan dengan menempuh jalan yang tak mulus namun pemandangannya asri  dan indah), terlihat ramai masyarakat berkumpul di sekitar meja panitia.  Saya tak lagi heran dengan keramaian tersebut, karena salah satu alasan kedatangan saya juga  ingin menyaksikan langsung pembukaan lubuk larangan di kampung Rocitan, sebuah perayaan tahunan yang juga merupakan tradisi kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pembukaan lubuk larangan ini biasanya dilaksanakan setelah hari raya Idul Fitri. Pada umumnya keuntungan dari lubuk larangan diserahkan kepada kas mesjid, kas gereja,  pembangunan kepentingan masyarakat maupun untuk anak yatim. Tahun ini di kampung Rocitan keuntungannya akan diperuntukan untuk pembangunan masjid  dan sebagaian lagi diberikan kepada kas gereja.

DSC03866
Majid di Kampung Rocitan yang sedang dalam proses pembangunan

Saya keluar rumah sekitar pukul 06.00 wib, udara yang sejuk dan suasana yang hangat menyapa pagi saya. Sungguh suatu hal yang sangat wajib saya  syukuri dan membuat saya begitu bahagia pagi itu. Hanya dengan bermodal cuci muka dan gigi yang tersikat lalu saya meneguk secangkir teh manis hangat kemudian  bergegas menyaksikan pembukaan lubuk larangan, yang kali pertama saya saksikan sepanjang 25 tahun  ini, wajar saya begitu antusias, seantusias warga yang hendak berpartisipasi dalam pembukaan lubuk larangan yang akan dimulai sekitar pukul 08.00 wib mendatang.

DSC03700
Abaikan saya, fokus saja pada suasananya

Banyak orang yang datang, baik warga setempat, warga dari kampung lain, bahkan dari daerah lain pun ada yang hadir. Dengan menggunakan kostum yang telah disediakan panitia para warga yang mengikuti perayaan pembukaan  lubuk larangan sudah bersiap dengan segala perlengkapan. Baik itu jala ikan, jaring ikan tambahan, perbekalan makan minum, serta  perlengkapan lainnya. Warga yang mengikuti pembukaan lubuk larangan ini dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000,- (termasuk kaos dan jaring ikan), masing- masing tim terdiri hanya 2 orang, satu orang  menjala ikan, satu orang lagi memegang jaring ikan.

Suasana penuh semangat begitu terasa saat itu, sesekali saya berbalas senyum dengan warga yang berada disekitar aliran sungai, sesekali saya melakukan obrolan ringan dengan warga yang jelas berbahasa daerah setempat dan hal tersebut membuat perbendaharaan kata dalam bahasa daerah saya bertambah, meski bahasa yang berbeda namun tetap saja keramahan warga membuat saya merasa nyaman dan semakin tak sabar menyaksikan bagaimana pembukaan lubuk larangan di kampung rocitan.

Dari obrolan tersebut saya mendapatkan informasi bahwa saat pembukaan lubuk larangan akan dimulai oleh pawang yang akan membaca mantra pembuka lubuk larangan, setelah itu aka nada aba – aba dari panitia (pemuda setempat) dengan menyalakan kembang api.

DSC03726.JPG
Foto bersama mamak mamak penjala di Lubuk Larangan Kampung Rocitan

Semakin ramai warga yang berdatangan, tak hanya warga yang akan menjala ikan, namun warga yang hendak menonton juga semakin ramai  berdatangan. Saya melihat rombongan ibu – ibu mulai datang, awalnya saya mengira ibu – ibu tersebut adalah penonton, namun perkiraan saya salah, ibu – ibu tersebut membawa jala lengkap dengan jaringnya. “uwakmu la aku, ini kami rombongan mamak mamak” kata seorang wanita yang berperawakan jawa namun ternyata boru siregar sambil tertawa lepas yang datang dari kampung sebelah.

DSC03801
Para warga yang menonton pembukaan lubuk larangan dikampung Rocitan

Pukul 08.00 wib lubuk larangan resmi dibuka dengan suara kembang api lebih dari 5 kali letusan, suasana ramai semakin menjadi, dengan jala yang ditebar bersamaan. Jala pertama yang ditebar sangat mengejutkan, ada yang mendapatkan ikan yang besar, ada yang mendapatkan ikan sedang hingga kecil dengan jumlah yang banyak, ada juga yang jalanya tersangkut dan mendapatkan ikan seekor  dan banyak kejadian seru yang penuh cerita saat jala pertama di tebar.  Banyak yang percaya jala pertama menunjukkan peruntungan seterusnya. Abang saya yang saat itu menemani warga setempat menjala ikan di Lubuk Larangan, saat jala pertama di tebar, ternyata jalanya sangkut di sebuah kayu besar dan ikan yang terjala hanya seekor berukuran kecil, selanjutnya ikan yang terjala bisa dihitung dengan hitungan jari. Kesimpulannya rezeki itu datang nya dari Allah SWT, bukan dari jala pertama, atau jala kesekian yang ditebar. Banyak cara yang dilakukan untuk memperbanyak hasil tangkapan ikan saat itu. Ada yang jalanya tak ditebar lagi, melainkan di lebarkan melawan arah arus sungai agar ikan yang kebetulan berenang dapat terjaring. Ada yang membuat perangkap ikan dipinggir –pinggir sungai, bahkan ada yang membeli hasil tangkapan orang lain agar dapat membawa pulang ikan yang sesuai dengan keinginan, besar dan banyak.

DSC03758
Menjala ikan aja abang bisa dek, apalagi menjala hati adek, eyakkk (skip caption)

Sabar dan ketekunan dalam menjala ikan adalah pembelajaran hidup yang saya dapat saat menyaksikan pembukaan lubuk larangan di kampung rocitan. Dari awal saya memperhatikan seorang warga setempat yang ditemani oleh seorang pendatang sepertinya, berkali kali jala ditebar, berkali – kali juga jala didapati kosong, namun terus menerus dilakukan berulang, dan sesekali diam beristirahat namun terlihat dari raut wajahnya begitu berkonsentrasi dengan rencana menebar jala berikutnya. Jala kembali ditebar, berkali – kali, hingga dapat ikan kecil, sedang hingga akhirnya ikan besarpun terjala. Raut wajah tersebut tidak berubah, mungkin memang begitu raut wajah siabang itu, kemungkinan begitu berkonsentrasi atau karena matahari semakin meninggi dan terik menyengat. Intinya apapun yang kita sedang lakukan, sabar dan tekunlah dalam berusaha. Jika hasil tak sesuai harapan ingat selalu untuk ikhlas dengan ketentuanNya.

 

 

DSC03816
Abang saya (kanan) dengan rekannya (kiri) sesama pemburu ikan untuk difoto 😀

Semakin siang, ternyata semakin banyak pengunjung yang berdatangan baik dari kampung rocitan, maupun dari kampung tetangga. Ada yang berjalan kaki, naik sepeda motor (kereta), dan naik mobil bak terbuka. Seru dan sangat mengasyikkan berada dalam suasana yang begitu semangat dan penuh keramahan satu sama lain saat itu. “Semangat Menjala !”

DSC03846
Semakin siang semakin bersemangat menjala ikan

 

Lubuk larangan merupakan sebuah tradisi untuk menjaga alam disekitar kita, sebagai sebuah wujud kearifan lokal yang selayaknya kita lestarikan. Lubuk Larangan ini juga dapat kita jadikan sebagai daya tarik pariwisata dari tradisi yang tetap di jaga dari waktu kewaktu. Andai dikota kota besar masih ada kearifan lokal seperti lubuk larangan ini, mungkin tak akan ada istilah sungai tercemar, hutan kota penuh sampah dan lain sebagainya. Tradisi ini tidak hanya berada dikampung Rocitan, namun hampir diseluruh desa yang ada aliran sungainya di Tapanuli Selatan, dan beberapa daerah di pulau Sumatera.

Menjaga alam bukan hanya tugas mereka para pecinta alam, namun tanggung jawab seluruh penghuni alam, termasuk kita, ya aku dan kamu ….

Medan, 22 Juli 2016

 

 

 

PETUALANG CANTIK EDISI LEBARAN DI GUNUNG SIBAYAK KAB. KARO

 

Lama tak mendaki gunung dan kemudian merealisasikan ide konyol yang terlintas sebelumnya. Ya kali ini setelah sekian lama saya  naik gunung kembali, dan gunung yang saya daki kali ini adalah Gunung Sibayak, Kab. Karo, Sumut. Dimulai dari keinginan yang sudah lama tertunda karena berbagai kesibukan yang saya anggap prioritas dibanding hanya memenuhi keinginan. Liburan Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini memberikan kesempatan waktu yang luar biasa bagi saya untuk naik gunung. Bertemu dengan rekan menggila saat jaman kuliah (si sesama penggemar celana jins belel sepatu cats butut) dan dulu kaki kami melangkah kemana yang kami ingin tanpa peduli kemana, sama siapa, kapan, bagaimana, dan kenapa yaps Meicheng namanya.

13580650_1351357791545941_4690154942779070977_o

 abaikan foto saya yang lagi belum siap foto, kanan Meicheng si penjual susu ibu hamil , dan kiri si bumil si peminum susu (Hahahaha)

Jumat pukul 11.00 wib kami bertemu di salah satu tempat makan kota Medan, kami adalah rekan sesama PARINTAL. Cerita panjang lebar dan diakiri dengan ajakan “Yuk naik Sibayak?” ajak saya sebelum meninggalkan mereka berdua, karena kebetulan masih suasana Lebaran sehingga masih banyak  keluarga yang harus saya kunjungi. “Sama siapa aja? Tanya Kak Meicheng, jelas bumil tidak merespon karena izin sang suami pasti tidak akan turun. “kalau aku sih, ada temen satu orang aja berangkat” jawab saya singkat karena begitulah, beberapa orang yang sudah saya ajak tidak memberi kepastian karena memang tidak ada kepastian, ya minimal pertanda juga ngak ada, hahaha,kondisi Lebaran yang sangat dimaklumi. Sedangkan Kak Meicheng yang memang tidak ber-Lebaran masih berpikir sejuta kali karena izin ortunya juga menentukan jawaban dari ajakan saya. “oke besok kakak kabari ya” jawabnya singkat yang saya yakin itu jawaban yang menunjukkan betapa dia ingin juga mendaki kembali.

1934794_1087000545498_1336365_n

tahun 2009, ya menyemangati kak meicheng dengan tangan di pinggang. pasti kak meicheng lagi murka kalau liat foto ini, peace!

Sabtu sekitar pukul 11.00 wib saya mendapat kabar dari kak Meicheng “ yuk kita naik” pucuk dicinta ulam pun tiba, seusai mengantaran keluarga terkasih kembali kekota asal, diperjalanan dari Bandara – Medan saya merencakan dengan matang keberangkatan kami mendaki via pesan bbm bersama Kak Meicheng. Singkat, padat dan terlaksana itu harapannya. Kesimpulan dari rencana tersebut adalah “kami akan bertemu di simpang pos, naik Sutra maksimal pukul 15.00 wib, sebelumnya Kak Meicheng akan mengabari teman yang berada di Kabanjahe untuk numpang tempat menginap malam harinya, setelah itu kami mencari rekan – rekan yang bisa diajak meet up agar silaturahmi semakin terasa dalam setiap perjalanan kami. Minggu setelah subuh kami akan mendaki gunung (jika ada sepeda motor lebih baik, namun jika tidak ada angkutan umum ). Setelah itu kami menyepakati untuk tiba di Medan maksimal pukul 21.00 wib dihari minggu, oleh karena itu kami sama – sama menjadi time keeper untuk segala ketentuan bersama (maklum kak Meicheng harus kembali ke kota perantauan PKU untuk kembali mencari nafkah sebelum akhirnya dinafkahi).

13603255_1351380561543664_1449116040615458134_o

jalan bareng lagi kita, lest go!

Sesampai dirumah saya menyusun segala perlengkapan naik gunung, baju yang sesuai (tetap sopan, ini naik gunung bukan naik panggung), alas kaki yang nyaman (saya memilih untuk menggunakan sepatu lapangan, tapi please no heels saat berencana naik gunung, sekali lagi ini naik gunung bukan naik panggung), peralatan tambahan yang mungkin dibutuhkan kalau saya sih persiapan air minum, plastic pengaman untuk gadget (lebih disarankan bawa mantel hujan), powerbank, kamera, dan perlengkapan lainnya (ingat ini naik gunung, semuanya dibawa seperlunya aja ya, bukan semaunya). nanti saya kasi tips ala saya ya, dibagian bawah tapi baca pelan – pelan ya.

Sesampainya di Kabanjahe kamipun bertemu dengan Tika, dan Kak Tina (pemudi setempat) sesama rekan PARINTAL FP – USU. Malam hari tiba kami pun bersilahturahmi dengan abang – abang sesama ALB PARINTAL FP –USU, sesama anggota Luar Biasa. Ada beberapa tips memilih menu makanan, bagi kamu yang melakukan acara kumpul – kumpul dan esok harinya akan melakukan pendakian :

  1. No coffee

Cafein yang terkandung dalam minuman mu bisa jadi akan membuat kerja otak jantung dan organ tubuh lainnya meningkat sehingga membuat kamu sulit untuk tidur berkualitas, sedangkan tenaga yang prima sangat dibutuhkan untuk pendakian. Kamu bisa pesen susu, atau teh, bandrek atau minuman lainnya

  1. Pastikan kamu makan malam, kalau bisa nasi dan tepat waktu. Ngak lucu kan ya kamu mau mendaki ehhh karena ngak makan malam / telat makan kamu masuk angin.

13653230_1353506217997765_2167994730826944977_o

dimanapun sempatkan bersilaturahmi, karena kebersamaan itu indah

Pukul 01.00 wib di hari minggu kamipun tiba dirumah kak Tina, menginap dirumahnya bersama tika. Akhirnya recana mendaki akan dilakukan oleh tim petualang cantik, mengapa cantik karena keempatnya perempuan saya, Kak Meicheng, Kak Tina dan Tika. Setelah subuh kami akan memulai perjalanan dengan menggunakan sepeda motor.

20160710_072414

di jalur pendakian jalur pariwisata Gunung Sibayak

Minggu, pukul 06.00 wib kami melakukan perjalanan dari kabanjahe – pasar Berastagi (kurang dari 15 menit karena pagi hari jalan masih sangat sepi), di pasar Berastagi singgah sebentar mengisi bensin dan melanjutkan perjalanan menuju jalur jaranguda, setiap orang dipungut retribusi Rp 4000,- / orang. Selanjunya akan melalui jalan yang lumayan berliku dan menanjak, jika kendaraan kamu sepeda motor metik disarankan service terlebih dahulu agar jangan terlalu menyiksa dan ingat mainkan gas nya biar gas ngak abis. Setelah itu akan ditemui simpang 3 jika lurus akan menuju puncak jika kanan akan menuju daulu (pemandian si debuk debuk), nah disimpang 3 inilah biasanya angkutan umum terakhir berhenti dan biasanya jika menaiki angkot akan dikenai biaya Rp 15.000.-/ orang jika satu angkutan umum penuh (15 orang) / jika ingin sewa satu angkutan umum dikenakan biaya Rp 150.000 / angkutan (normalnya biasanya ngak segitu deh, mungkin karena lebaran jadi tarifnya agak melonjak).

Setelah simpangan itu jalan semakin menanjak, dibutuhkan skill berkendaraan yang bagus saat berkendara baik itu sepeda motor maupun mobil, karena selain menanjak ada beberapa jalan yang berbatu dan berlubang, sehingga biasanya membuat penumpang yang dalam boncengan akan memilih untuk turun dan berjalan saja. Perjalanan dijalur ini cukup memakan waktu karena menunggu rekan pendaki yang mendaki aspal menuju puncak gunung sibayak.

Pukul 7.15 wib kami tiba di parkiran atas gunung Sibayak, dan asli saya terkaget melihat banyak warung, kamar mandi, parkiran, musolah, tenda dan pendaki pendaki yang beraneka rupa. Terakhir kali mendaki gunung Sibayak parkiran atas ini kosong melompong, sehingga jika membawa kendaraan selalu saja memarkirkannya di balik tumbuhan bawah yang menyemak sehingga aman untuk ditinggalkan. SEKARANG! WOW! Terlintas dibenak saya, semoga dengan dilengkapinya segala fasilitas pendukung, kebersihan juga tetap terjaga.

 

Tepat pukul 7.30 wib kami mulai melakukan pendakian, ya melangkahkan kami dijalur menanjak, merasakan helaan nafas yang semakin cepat. Dijalur pendakian sepanjang jalan saya berpapasan dengan para pendaki yang turun, rame sekali “ayo semangat bu” semangat para pendaki yang sudah bebas dari jalun menanjak. “apa IBU? Apa muka kami sudah se-ibu2 itukah? Welehhhhh” yaw ajar mereka menyapa kami dengan ibu2, karena mereka masih tergolong sangat muda, ada yang berusia 15 tahun, bahkan mungkin kelas 1 SMP, masih sangat muda. Gaya pendaki juga bermacam – macam, ada yang menggunakan flat shoes, ada yang mengggunakan sandal cepit, ada yang bertopi, berjilbab, bergandengan, hingga ada yang bermesraan. Sekali lagi saya ingatkan ini naik gunung ya!

13631504_1352809551400765_4440303884446487397_n

bukan terowongan pandan lagi, cheeees!

Jalur yang penuh kenangan, kembali saya lalui, banyak perupahan, jika kamu masih ingat dengan jalur pandan yang memebentuk terowongan, bagi saya itu adalah jalur yang sedikit menakutkan apabila saya lalui sendirian, namun kini jalur tersebut sudah terang benderang, kemana terowongan pandannya? Mungkin tangan iseng telah meluluh lantakkannya.

Terus mendaki, dan terus berhenti, bak anak alay selfie seolah ditiap langkah butuh berfoto, yaw ajar berfoto adalah alasan untuk beristirahat sejenak. Sakin seringnya berfoto 1 jam kemudian kami baru sampai dikawah. Normalnya sih 30 menit jalan terus bisa sampai kawah.

13590232_1352809154734138_7649384402147610972_n

sarapan pagi kami berbeda hari itu

Pukul 8.30 wib di sekitaran kawah kami berhenti untuk sarapan, dan menikmati indahnya Kuasa Tuhan dengan lukisan alam yang sangat indah, ditambah jejeran tenda yang tertancap kokoh menambah kerinduan saat mendaki bukan suatu kerinduan, melainkan kebiasaan saat ada waktu lenggang. 30 menit kemudian kami baru melanjutkan perjalanan, dan itupun terhenti dipinggiran kawah karena enggle foto yang sangat bagus, saying untuk dilewatkan. Kemudian kami berjalan disekitaran shelter yang biasanya digunakan untuk upacara bendera 17 agustus di gunung Sibayak, yang akrab di sebut dengan Gebyar Sibayak Merdeka PARINTAL FP – USU, jika kamu menemukan pondasi tiang bendera di sekitaran kawah gunung Sibayak, nah itu kerjaan anak – anak PARINTAL FP – USU yang gila bawa pasir, bawa semen, ngangkut air dan nyemen buat pondasi tiang bendera. Rindu moment upacara bendera bersama di puncak gunung sibayak. Lagi – lagi kecebak rindu.

 

Yaps ngak lengkap rasanya sampai di Sibayak, jika tidak duduk diketinggian disamping triang beeketinggian 2212 mdpl. Untuk mendaki puncak gunung sibayak tempat triang tersemen kokoh dibutuhkan konsentrasi yang tinggi karena jalurnya lumayan ekstrim, tetap hati – hati dan pasti bisa dengan niat yang baik ya.

 

Sesampainya di puncak triang saya menemui kertas berserakan bertuliskan kata – kata beraneka macam. “Mengapa kertasnya ngak dibawa pulang!”

 

Berpose di samping triang, saya teringat tahun 2010 saya pernah mendaki ber-2 bersama teman perempuan saya, Nyonk Fera namanya, hanya untuk makan siang di puncak gunung sibayak. Saat turun gunung, hujan dan kabut menyapa, nyaris jalur tak terlihat. Namun itu pengalaman yang luar biasa yang saya ingat, ya saya makan disamping triang ini dengan rasa makanan yang biasa namun nikmatnya teramat luar biasa.

13619809_1352809234734130_2492640393285338237_n

Triang Gunung Sibayak berada tepat dibelakang kami ya

Setiap saya melakukan perjalanan, selalu ada hal yang saya diskusikan dalam diri saya, entah itu sebuah masalah atau malah renungan akan diri saya. Selain itu saya juga saya mendaki untuk duduk merenung di batu besar yang ada dipuncak sambil memandang dan menulis kata – kata yang terlintas.

 

Sebuah perjalanan adalah sebuah pembelajaran

Tuhan Maha Kuasa atas segala hal yang telah tercipta termaksud cinta

Cinta kepada sesama manusia mengapa sering menyakitkan

Lelah dalam penantian, berharap tanpa kepastian

Percayalah cinta yang sejati akan datang tanpa keraguan

CintaNya abadi, maka cintailah apapun karenaNya

Sibayak, 10.07.16

 

Itu adalah penggalan kata – kata yang saya ketik dihandphone saya sebelum daya mati. Please jangan tertawa, senyum boleh lah, ya ya saya tau kata cinta itu lucu, tapi itu yang muncul saya tak dapat kendalikan. So Cintailah apapun karenaNya, maka biarkan Dia memilihkan cinta untukmu yang juga memiliki cinta untukmu karena cintanya kepadaNya.

13590337_1352809344734119_6677092266492437915_n

Pukul 11.00 wib kami pun turun, karena ingin melanjutkan perjalanan ketempat lain, yaitu ke peceren untuk makan siang, dan ke Pagoda yang ada di tongkoh untuk sekedar mengabadikan moment.

Sedikit tips saat naik gunung :

  1. Pastikan kamu menggunakan pakaian, sepatu dan perlengkapan lainnya yang sesuai dengan kondisi pendakian. No heels yam mending kaki ayam (itu juga ngak direkomendasikan)
  2. Bawalah perbekalan makanan dan minimum sewajarnya, ini naik gunung bukan piknik apalagi makan besar hahahha
  3. Pastikan membawa pendamping, ya kalau bisa pendamping hidup kalau belum ada ya teman juga boleh deh (kalau mau mendaki sendiri ingat beri kabar kalau kamu melakukan pendakian ya)
  4. Pastikan kondisi hati baik – baik aja, karena kalau kamu lagi galau, bahaya banyak jurang
  5. Bawalah alat dokumentasi, ingat jangan bawa apapun kecuali kenangan / foto dan sampah (kalau sampah ini wajib dibawa pulang) kalau enggak bisa – bisa kamu yang dipulangkan ke Rahmatullah karena alam biasanya ngak suka yang jorok – jorok, apalagi sembarangan ninggalin sampah.
  6. Bawalah uang secukupnya, ya cukup untuk pulang kembali

 

Perjalanan turun dirasa lebih cepat, dan selanjutnya perjalanan kami di iringi dengan hujan saat dari peceren – tongkoh, Basah kuyup itu wajar, namun tak ada yang paling mengasyikkan saat bersama orang – orang yang berbagi kebahagiaan tak hanya dalam senang, melainkan dalam cerita duka dan sedih yang dirasa.

13615042_1352809428067444_3792714991101282534_n

Heiii Kamu yang belum pernah naik gunung, naik gunung deh, mana tau bisa jadi pemanasan sebelum naik pelaminan. Ingat naik gunung belum seberapa ketimbang naik pelaminan, dan Cuma ingin mengingatkan ini naik gunung, dan mau naik apapun please jangan manja kecuali manja sama abang itu :*

Maaf sedikit acak kadut dan mencla mencle kata – kata nya, efek naik gunung begitu sih soalnya, seru dan buat nagih. Kapan naik gunung lagi kita weiii?

salam

#medanbahagia

“yang ingin melakukan perjalanan sekitaran sumut, boleh banget buat tanya2, add line : medanbahagia / follow instagram :@medan_bahagia (olshop)