HALO BALITA – MEDAN

Produk buku & Aplikasi yang dipasarkan MDS :
1. Halo Balita (HB) = 0-5thn

19620487_1549300915114180_1031967306085138060_o

19679323_1549301191780819_1374006390705089022_o
2. Seri Teladan Rasulullah SAW (STR) = 0-5thn

19693523_1549300945114177_8783547299412240077_o
3. Ensiklopedi Bocah Muslim (EBM) = 3thn+

19800640_1549301825114089_4063133682908560449_o
4. Wow Amazing Series (WAS) = 4thn+

19944590_1549301098447495_7483054177949612449_o
5. Confidence in Science (CIS) = 4thn+

19703005_1549301415114130_102736139087356759_o
6. Wonderfull Al Qur’an (WAQ) = 3thn+

19780716_1549300931780845_3463892222113338768_o
7. Seri Dunia Binatang (SIDUBI/SDB) = 3thn+

19679059_1549301245114147_1884180986156678298_o
8. Funtastic Learning (FL) = 3thn+

19800676_1549301828447422_4604764671193727747_o
9. Ensiklopedi Muhammad SAW 10 Jilid (ENSIM) = 8thn+

19800708_1549301291780809_3102297303862421311_o
10. Ensiklopedi Muhammad SAW 4 Jilid (ENSIMU) = 15thn

19787234_1549301025114169_6537492667852083836_o
11. Aplikasi Hafidz Qur’an & Learn Islam (HQL) = 6thn+

19702943_1549302641780674_7938414830313986909_o 12. Smart Quran

19679382_1549301115114160_8769143377982231128_o

Bagi yang ingin tanya2 tentang produk buku dan aplikasi bisa langsung Wa : 085362231708 / klik bit.ly/Ngobrolbukuyuk

BUKU DAN APLIKASI ISLAMI UNTUK ANAK

Kami Agen Resmi cabang Medan menjual produk dari PT. TIGARAKSA.
PT Tigaraksa adalah distributor dari produk2 ini :

Penerbit Al Qolam :
– Hafiz Doll (HD)

20374451_10214314493799739_8776171382540889117_n
– Smart Hafiz (SH)

20375702_10214314495919792_2197194824870015174_n
– Mushaf Maqamat for Kids (MMKids)

20476464_10214314495679786_4069733131583889115_n
– Grand Maqamat (GM)

20525358_10214314494999769_854943584512071891_n
– Mushaf for Woman (MW)

20431527_10214314496119797_9109648821845069266_n

Penerbit Cordoba :
– Bunda Ajarkan Aku Ibadah (BAAI)

20429950_10214314494719762_5897423485111640841_n
– Little Abid (LA)

20476511_10214314494359753_3563259805366940632_n

ETL Learning :
– Widya Wiyata Pertama (WWP)
– Cakrawala Pengetahuan Dasar (CPD)
– English Time (ET)
– Learning Math With Albert
– dll

NYCE
Tira Pustaka

 

Bagi yang ingin tanya2 terkait buku dan aplikasi yang sesuai untuk usia dan perkembangan si buah hati bisa langsung klik bit.ly/Ngobrolbukuyuk / WA 085362231798

Cara Mengurus STNK Sepeda Motor di Kota Medan

indexSelamat berbahagia semuanya, semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT, Aamiin. Pada kesempatan ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya mengurus STNK Sepeda Motor yang memasuki akhir masa berlaku 5 tahun. Coba lihat STNK Sepeda motor kamu dan pastikan masa berlakunya tidak memasuki waktu kadaluarsa, karena sebelum terlambat kamu harus segera mendatangi kantor Samsat untuk pengurusan lebih lanjut..

Setelah beredar kabar adanya kenaikan biaya dalam pengurusan STNK, saya pun dengan keberanian hati dan kantong mendatangi kantor samsat kota Medan yang berada di Jl.Putri Hijau. Masa berlaku STNK sepeda motor yang saya miliki akan berakhir pada tanggal 28 Januari 2017 mendatang , dan itu berarti plat kendaraan saya juga harus diganti karena sudah 5 tahun berlakunya.

Jika kamu hendak mengurus STNK yang sudah 5 tahun pastikan kamu membawa :

  1. KTP ASLI nama yang ada di STNK
  2. KTP ASLI yang mengurus STNK (jika nama pada STNK Bukan milik kamu)
  3. BPKB
  4. STNK P
  5. Sepeda motor (karena kalau  STNK 5 tahun akan dilakukan cek fisik)
  6. Pulpen (ini penting karena kamu akan banyak menulis formulir)

Banyak cara sebenarnya yang bisa kamu tempuh untuk mengurus STNK, salah satunya dengan mengurus dengan perantara calo, kamu tinggal terima beres. Namun cara seperti ini tidak baik untuk mentalitas bangsa Indonesia khususnya diri kamu sendiri. Oleh karena itu saya akan memberi kamu informasi bagaimana sih proses pengurusan STNK 5 Tahun di kantor samsat, caranya mudah kok, yakni :

  1. Sediakan niat untuk melalui proses pengurusannya sendiri (no calo)
  2. Sediakan segala kebutuhan yang harus dibawa
  3. Bawa bekal minum dan makanan karena kurang lebih kamu akan memerlukan waktu  3 jam hingga STNK dan Plat kendaraan selesai.
  4. Datanglah pagi hari agar tidak terlalu rame di kantor samsat
  5. Masukkan kendaraanmu kearea samsat, untuk kantor samsat jl. putri hijau kamu bisa langsung memasuki area tes fisik kendaraan dibagian kiri belakang kantor. diarea tersebut kamu akan menemui petugas dan jangan segan untuk bertanya
  6. Setelah kendaraan kamu di tempatkan di tempat tes fisik kamu bisa mendatangi loket yang ada didekat situ, dan kamu harus menunjukkan STNK, BPKB, dan KTP ASLI sesuai nama yang ada di STNK
  7. Setelah itu kamu akan diarahkan untuk tes fisik dan serahkan formulir yang harus diisi kepada petugas, jangan lupa ucapkan terimakasih kepada petugas dan ikuti petunjuk selanjutnya
  8. Selanjutnya kamu bisa mendatangi koperasi yang menyediakan jasa fotokopi. cukup kamu serahkan berkas yang sudah disusun rapi kepada petugas fotokopi dan kamu akan dikenakan biaya sekitar Rp 3000,- setelah itu kamu juga harus membeli map khusus, jika kamu bukan pemilik nama pada STNK berarti kamu harus membeli juga surat kuasa seharga Rp 7500,- (sudah termasuk Materai)
  9. Jangan heran jika kamu mendapati tawaran untuk mengisi formulir dalam syarat pengurusan yaps itu adalah orang2 yang dapat membantu kamu dalam kebingungan. namun berdasarkan pengalaman saya jika kamu yakin semua keperluan yang saya sebutkan diatas sudah kamu bawa dan asli kamu bisa mengurusnya sendiri. saya sarankan juga setelah kamu membeli amplop dan surat kuasa kamu bisa langsung keruangan pengurusan STNK, abaikan saja tawaran bantuan yang kamu terima dengan sopan dan santun.
  10. Saat diruangan pengurusan kamu akan dibantu dengan papan petunjuk dan kamu juga dapat menanyakan proses pengurusan dengan karyawan yang khusus disediakan untuk membantu masyarakat yang kesulitan dalam mengisi formulir. Jika kalian memiliki niatan untuk memberikan uang sebagai ucapan terimakasih berikan lah secara ikhlas dan sewajarnya, namun jika tidak diberikan uang pun tidak masalah namun pastikan kamu mengucapkan terimakasih dengan senyuman yang termanis.
  11. setelah kamu dibantu untuk mengisi formulir yang harus diisi kamu akan diarahkan ke loket khusus, kemudian loket pendaftaran, kemudian loket pembayaran dan akhirnya kamu menunggu untuk penyerahan STNK dan Plant kendaraan baru.

Saya sampai kantor samsat pukul 9.40 dan selesai pukul 11.00 wib. Jangan takut untuk mengurus segala sesuatunya sesuai prosuderal karena tak ada yang lebih baik ketimbang berlaku curang. Untuk isyu dimana menyatakan pajak kendaraan mengalami kenaikan 100% atau bahkan berkali-kali lipat itu tidak benar.  Ada penaikan harga namun dirasa cukup wajar dan tidak seperti isyu yang simpang siur sebelumnya. mari urus STNK kamu yang sudah memasuki waktu akhir masa berlaku. lebih cepat lebih baik.

semoga bermanfaat

salam Bahagia

BUTUH TELUR? DISTRIBUTOR TELUR TERPERCAYA KOTA MEDAN solusinya

Hasil gambar untuk TELUR

MITRA SETIA adalah Distributor telur terpercaya kota medan.  Kami ingin memberikan info dan penawaran menarik bagi siapa saja yang ingin maju bersama dalam bidang per-teluran dikota medan. Kami membuka diri untuk bermitra bersama anda, siapa saja yang serius dan membutuhkan produk serta  jasa dari kami.

Mitra usaha :

  1. Bagi para pelaku usaha kuliner yang membutuhkan pasokan telur yang berada disekitar Medan, kami bersedia menjadi mitra bisnis anda dengan menyediakan pasukan telur yang stabil dan berkualitas serta siap memberikan pelayanan yang terbaik dan memuaskan, agar usaha anda semakin berkembang, anda tenang kami pun senang.
  2. Bagi para pelaku usaha eceran yang memerlukan pasokan telur untuk dijual kembali dalam jumlah kecil maupun besar, kami siap untuk bermitra bersama anda. Bagi anda yang baru memulai usaha kami akan berbagi pengalaman dan tips kepada anda, agar kita bisa maju bersama.

Hubungi sekarang juga :

WA : 08566152008

PHONE : 081361733614 / 085362231708

LINE : medanbahagia

salam

Bahagia

DISTRIBUTOR TELUR AYAM KOTA MEDAN

telur-_150122154651-101

Kami Menyediakan telur ayam eropa dalam jumlah banyak dengan harga grosir. Cocok untuk anda yang memiliki usaha warung eceran, usaha kuliner, dan rencana membuat acara hajatan. Mari bermitra bersama kami dan dapatkan keuntungan yang berlipat (kami siap mengantar ketempat anda).

Berikut ini beberapa alasan kenapa memilih menjadi mitra kami :
1. Telur sehat dan berkualitas
2. Telur selalu dalam kondisi segar dan baru karena telur diambil langsung dari peternakan mitra
3. Telur Bisa di antar ke Toko maupun tempat usaha anda*
4. Harga Lebih Terjangkau di bandingkan dengan harga pasar
5. Stok selalu tersedia

Hubungi kami :

WA : 08566152008 / 081361733614

Telegram : https://web.telegram.org/#/im?p=@Desiyaniharahap

*syarat dan ketentuan berlaku

Lubuk Larangan Rianiate dan Pesona Danau Siais, Tapanuli Selatan

 

Siang hari setelah menyaksikan pembukaan lubuk larangan di kampung rocitan, saya kembali kerumah abang sepupu saya, yang memang bertempat tinggal dikampung Rocitan. “cemana, rame tadikan?” tanyanya yang tak perlu saya jawab, karena jawabannya sudah pasti rame menurut saya. “ayok la bang naik gunung kita” saya menagih janji abang saya, untuk menemani saya naik gunung, lebih tepatnya bukan gunung melainkan bukit bukit yang berjajar sepanjang mata memandang di sekitaran kampung rocitan berada. “ke rianiate, danau siais aja lah ya” tutur nya, yang saya memaklumi, jika naik gunung disiang hari ini, dalam kondisi acara masih berlangsung, dan waktu yang tak begitu panjang menjelang kepulangan saya ke Medan membuat saya yakin menjawab “kemana aja boleh bang”.

Tak beberapa lama kemudian, keponakan saya lengkap dengan motor (kereta) berkoplingnya sudah siap untuk mengajak saya berkunjung ketempat bersejarah dengan lubuk larangan yang tak pernah lagi dibuka karena pawing yang penutupnya tak pernah kembali lagi, dikisahkan itu saat jaman Imam Bonjol. Lubuk larangan tersebut berada di belakang masjid Baburahman yang berada di kel. Rianiate (ketika saya Tanya artinya, keponakan saya pun tak mengetahui artinya). Perjalanan menuju lubuk larangan tersebut kurang lebih 1 jam dengan menempuh jalan yang tak mulus, namun aneh nya setiap melewati jembatan, aspal hitam yang mulus pun dapat dinikmati sesaat.

DSC03881
tepat diblekang Masjid Baburahman terdapat lubuk larangan penuh kisah

Saat diperjalanan, saya dan keponakan saya tak henti bercerita baik tentang kisah hidup, hingga kisah – kisah yang unik dari setiap kampung yang kami lewati. Lebih dari 5 kampung yang kami lewati. Ada salah satu kampung yang saya lupa namanya tak jauh dari kampung rocitan, memiliki cerita unik dimana kampung tersebut sampai saat ini belum dimasuki aliran listrik, dan hanya menggunakan genset untuk aktifitas yang terkait dengan listrik. Mayoritas penduduknya adalah suku nias yang bermata pencarian berkebun, sehingga rumah – rumah mereka sering ditinggalkan kosong dalam waktu yang panjang. Selain itu uniknya sepanjang perjalanan menuju kel. Rianiate saya hanya melewati 1 sekolah dasar dan itu pun jaraknya sangat jauh dari satu kampung kepampung lainnya. Bayangan saya menembus batas dan terlintas “berapa jauh adik – adik kecil ini berjalan untuk bersekolah”. Satu jam perjalanan yang saya tempuh, itu karena keponakan saya ngegas tanpa peduli lubang dan lain sebagainya, kalau normal jarak tempuh sekitar 1,5 jam – 2 jam.

DSC03868
salam dari bonus jalan beraspal dan indahnya danau siasi dari kejauhan

Pemandangan yang indah saya dapati sepanjang jalan, bukit hijau, bukit berbatu, bukit gundul, danau siais dari kejauhan, dan rumah – rumah warga yang kosong. Perjalanan selalu menyisakan pembelajaran, dan saya sangat menikmati perjalanan tersebut. Tiba saya di kantor lurah Rianiate, tak jauh saya memasuki sebuah kampung yang rumah – rumahnya terbuat dari kayu, dan keponakan saya mengehntikan sepeda motornya di depan sebuah masjid bernama Baburahman, dan tepat dibelakang masjid tersebut terdapat aliran sungai yang penuh dengan ikan berwarna ikan. “ini ikannya dulunya warna merah bou, tapi karena ngak pernah diambil jadi berlumut badan ikannya” jelas keponakan saya. Sudah lama semenjak pawang yang menutup lubuk larangan ini tidak pernah kunjung kembali ke kampung tersebut, lubuk larangan itu pun tidak pernah dibuka sampai dengan saat ini, ikan yang ada tidak pernah diambil dan satu persatu punah dengan sendirinya karena usia yang sudah menua, perkembang biakannya pun alami. Aliran sungai tersebut terlihat tidak terurus, dan cenderung banyak sampah. “dulu ada yang besar ikannya, tapi sekarang ngak Nampak lagi” tutur bapak – bapak yang baru keluar dari kamar mandi masjid. Saya terpukau dengan ikan – ikan yang bergerombol saat makanan ringan saya lempar ke air. Dari cerita yang saya dengar sebelumnya, beberapa waktu lalu, ada anak peramuka yang tidak mengindahkan pantangan untuk tidak mengambil ikan dan memakan ikan dari lubuk larangan tersebut, dan setelah menyantap ikan tersebut 2 hari kemudian menjemput ajalnya. Percaya tidak percaya, namun yang namanya kehidupan sudah semestinya saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

DSC03870
ikan di lubuk larangan Rianiate

Puas bercengkrama dengan ikan, saya dan keponakan saya pun bergegas menuju danau siais. Menenangkan, indah dan sangat menakjubkan adalah kesan yang saya dapat saat menikmati danau sias. Beberapa tahun lalu danau ini pernah dibuka sebagai objek wisata, berbagai fasilitas dilengkapi terlihat dari plank selamat datang dikawasan danau sias yang sudah oleng tak berbekas, serta gazebo yang dibuat permanen kini tak berbentuk lagi. Keponakan saya menjelaskan bahwa semenjak ada korban yang meninggal didanau, objek wisata ini ditutup dan ditambah akses jalan yang sangat tidak mendukung berkembangnya potensi wista yang terpendam di tapanuli selatan ini. Saat saya dan keponakan saya berhenti ditepian danau siais saya melihat satu keluarga lengkap dengan 2 anaknya yang masih kecil tengah bermandi – mandi di segarnya air danau sias.

DSC03886
ini indahnya Danau Siais

“saya yakin kematian seseorang disuatu tempat bukan menjadi penyebab ditutupnya sebuah tempat wisata. Melainkan ketidakmampuan pengelolaan yang telah dibuka yang  seharusnya dilakukan pengembangan kearah yang jauh lebih baik dari waktu kewaktu”  benak saya berbisik

Saya yakin di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara masih banyak potensi wisata yang tersimpan rapi dengan penuh daya tarik dan potensinya yang tersimpan didalamnya. Berwisata secara bijak adalah pilihan yang mutlak bagi siapapun, seharunya.

DSC03883
Pesona Danau Siais

Puas memanjakan pandangan dengan ketenangan danau siais, saya dan keponakan saya pun bergegas kembali menuju kampung Rocitan. Diperjalanan saya melewati jalur yang sudah dilalui, jalan yang berlubang dan menanjak serta menurun. Badan mulai terasa pegal namun perbincangan saya dan keponakan saya masih terus berlanjut sepanjang perjalanan. Pandangan saya tertuju pada sebuah bangunanan yang taka sing bagi saya, yakni bangunan sekolah yang terletak dipinggir jalan berbatu. Saya tersadar sepanjang perjalanan saya tak menemukan bangunan sekolah selain ini. “iya bou jadi anak – anak yang sekolah disini jalannya lumayan jauh, ya kalau ada mobil lewat bisa numpang, karena kan orang tuanya juga sibuk bekerja jadi jarang ada yang diantar dan dijemput”. Perjalanan saya kali ini juga tidak lepas pada sebuah refleksi tentang pendidikan. Dari kisah keponakan saya yang sedang menjalin hubungan dengan seorang guru honor disekolah dikampungnya saya merasa haru, bahwa masih ada guru yang meninggalkan kenyamanan kotanya (Sidimpuan) untuk mengajar disebuah kampung yang walaupun jawak tempuhnya 2 jam namun akses jalannya sangat sulit jika dilalui pulang pergi rumah – sekolah. Teman dekat keponakan saya itu tinggal dikampung Rocitan, pagi mengajar disekolah, pulang sekolah mengajar les tambahan bagi yang belum bisa membaca, malam harinya mengajar ngaji anak – anak – anak disekitar kampung. “walaupun satu kampung, jarang kali la kami ketemu bou” tutur keponakan saya yang sadar bahwa untuk menghasilkan generasi yang baik, ia membutuhkan patner hidup yang sholeha  dan berpendidikan. “dia ngak cantiknya bo, tapi sholeh” lanjut keponakan saya bercerita begitu semangat tentang kisah cintanya dengan ibu guru yang luar biasa bagi saya. Dari kisah cinta keponakan saya, saya kembali belajar bahwa lelaki tidak akan dengan begitu gampang memilih seorang wanita untuk dipersunting menjadi istri jika tidak melihat bibit, bebet, bobotnya, namun lebih dari itu agama yang baik adalah hal terbaik yang akan dilihat dari seseorang, baik itu perempuan maupun lelaki.

DSC03887
keponakan yang tak lagi kecil

Keponakan kecil saya, kini sudah besar ternyata. Pembicaraan mengalir begitu saja tak terasa kami telah sampai di rumah abang saya. Sesampainya saya dirumah saya menyempatkan waktu untuk berbagi cerita dengan keluarga yang ternyata ingin juga mengunjungi tempat yang baru saja saya kunjungi. Mengingat tiket taksi dari sidimpuan – medan belum saya beli, saya pun bergegas untuk bersiap – siap. Dan sempat hujan mengguyur, setelah hujan saya dan rombongan keluarga bergegas kembali ke sidimpuan. Menaiki mobil pick up lengkap dengan tenda dan jalan yang berbatu menambah keseruan perjalanan saya dan keluarga. Sesampainya di padang sidimpuan saya nyaris kehabisan tiket pulang ke Medan. Kepulangan saya dan ayah kemedan selalu menyelipkan kisah haru dengan keluarga yang tinggal di sidimpuan, harapan akan bertemu kembali mesti kenyataan menjadi suatu rahasia terindah dari Allah SWT.

Well part terakhir ini sepertinya sudah sedikit membosankan karena, sudah terbawa perasaan. Intinya yang ingin saya sampaikan kemanapun kaki kita melangkah niatkan yang terbaik dan maksimalkan silaturahmi pada sesama. Sekian kisah pembelajaran dan perjalanan saya kali ini, sampai bertemu di pembelajaran lainnya. Salam bahagia untuk semua

LUBUK LARANGAN DI KAMPUNG ROCITAN, TAPANULI SELATAN

 

DSC03774Minggu, 17 Juli 2016, pagi dini hari di kampung Rocitan, Tapanuli Selatan (sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Padang Sidimpuan dengan menempuh jalan yang tak mulus namun pemandangannya asri  dan indah), terlihat ramai masyarakat berkumpul di sekitar meja panitia.  Saya tak lagi heran dengan keramaian tersebut, karena salah satu alasan kedatangan saya juga  ingin menyaksikan langsung pembukaan lubuk larangan di kampung Rocitan, sebuah perayaan tahunan yang juga merupakan tradisi kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pembukaan lubuk larangan ini biasanya dilaksanakan setelah hari raya Idul Fitri. Pada umumnya keuntungan dari lubuk larangan diserahkan kepada kas mesjid, kas gereja,  pembangunan kepentingan masyarakat maupun untuk anak yatim. Tahun ini di kampung Rocitan keuntungannya akan diperuntukan untuk pembangunan masjid  dan sebagaian lagi diberikan kepada kas gereja.

DSC03866
Majid di Kampung Rocitan yang sedang dalam proses pembangunan

Saya keluar rumah sekitar pukul 06.00 wib, udara yang sejuk dan suasana yang hangat menyapa pagi saya. Sungguh suatu hal yang sangat wajib saya  syukuri dan membuat saya begitu bahagia pagi itu. Hanya dengan bermodal cuci muka dan gigi yang tersikat lalu saya meneguk secangkir teh manis hangat kemudian  bergegas menyaksikan pembukaan lubuk larangan, yang kali pertama saya saksikan sepanjang 25 tahun  ini, wajar saya begitu antusias, seantusias warga yang hendak berpartisipasi dalam pembukaan lubuk larangan yang akan dimulai sekitar pukul 08.00 wib mendatang.

DSC03700
Abaikan saya, fokus saja pada suasananya

Banyak orang yang datang, baik warga setempat, warga dari kampung lain, bahkan dari daerah lain pun ada yang hadir. Dengan menggunakan kostum yang telah disediakan panitia para warga yang mengikuti perayaan pembukaan  lubuk larangan sudah bersiap dengan segala perlengkapan. Baik itu jala ikan, jaring ikan tambahan, perbekalan makan minum, serta  perlengkapan lainnya. Warga yang mengikuti pembukaan lubuk larangan ini dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000,- (termasuk kaos dan jaring ikan), masing- masing tim terdiri hanya 2 orang, satu orang  menjala ikan, satu orang lagi memegang jaring ikan.

Suasana penuh semangat begitu terasa saat itu, sesekali saya berbalas senyum dengan warga yang berada disekitar aliran sungai, sesekali saya melakukan obrolan ringan dengan warga yang jelas berbahasa daerah setempat dan hal tersebut membuat perbendaharaan kata dalam bahasa daerah saya bertambah, meski bahasa yang berbeda namun tetap saja keramahan warga membuat saya merasa nyaman dan semakin tak sabar menyaksikan bagaimana pembukaan lubuk larangan di kampung rocitan.

Dari obrolan tersebut saya mendapatkan informasi bahwa saat pembukaan lubuk larangan akan dimulai oleh pawang yang akan membaca mantra pembuka lubuk larangan, setelah itu aka nada aba – aba dari panitia (pemuda setempat) dengan menyalakan kembang api.

DSC03726.JPG
Foto bersama mamak mamak penjala di Lubuk Larangan Kampung Rocitan

Semakin ramai warga yang berdatangan, tak hanya warga yang akan menjala ikan, namun warga yang hendak menonton juga semakin ramai  berdatangan. Saya melihat rombongan ibu – ibu mulai datang, awalnya saya mengira ibu – ibu tersebut adalah penonton, namun perkiraan saya salah, ibu – ibu tersebut membawa jala lengkap dengan jaringnya. “uwakmu la aku, ini kami rombongan mamak mamak” kata seorang wanita yang berperawakan jawa namun ternyata boru siregar sambil tertawa lepas yang datang dari kampung sebelah.

DSC03801
Para warga yang menonton pembukaan lubuk larangan dikampung Rocitan

Pukul 08.00 wib lubuk larangan resmi dibuka dengan suara kembang api lebih dari 5 kali letusan, suasana ramai semakin menjadi, dengan jala yang ditebar bersamaan. Jala pertama yang ditebar sangat mengejutkan, ada yang mendapatkan ikan yang besar, ada yang mendapatkan ikan sedang hingga kecil dengan jumlah yang banyak, ada juga yang jalanya tersangkut dan mendapatkan ikan seekor  dan banyak kejadian seru yang penuh cerita saat jala pertama di tebar.  Banyak yang percaya jala pertama menunjukkan peruntungan seterusnya. Abang saya yang saat itu menemani warga setempat menjala ikan di Lubuk Larangan, saat jala pertama di tebar, ternyata jalanya sangkut di sebuah kayu besar dan ikan yang terjala hanya seekor berukuran kecil, selanjutnya ikan yang terjala bisa dihitung dengan hitungan jari. Kesimpulannya rezeki itu datang nya dari Allah SWT, bukan dari jala pertama, atau jala kesekian yang ditebar. Banyak cara yang dilakukan untuk memperbanyak hasil tangkapan ikan saat itu. Ada yang jalanya tak ditebar lagi, melainkan di lebarkan melawan arah arus sungai agar ikan yang kebetulan berenang dapat terjaring. Ada yang membuat perangkap ikan dipinggir –pinggir sungai, bahkan ada yang membeli hasil tangkapan orang lain agar dapat membawa pulang ikan yang sesuai dengan keinginan, besar dan banyak.

DSC03758
Menjala ikan aja abang bisa dek, apalagi menjala hati adek, eyakkk (skip caption)

Sabar dan ketekunan dalam menjala ikan adalah pembelajaran hidup yang saya dapat saat menyaksikan pembukaan lubuk larangan di kampung rocitan. Dari awal saya memperhatikan seorang warga setempat yang ditemani oleh seorang pendatang sepertinya, berkali kali jala ditebar, berkali – kali juga jala didapati kosong, namun terus menerus dilakukan berulang, dan sesekali diam beristirahat namun terlihat dari raut wajahnya begitu berkonsentrasi dengan rencana menebar jala berikutnya. Jala kembali ditebar, berkali – kali, hingga dapat ikan kecil, sedang hingga akhirnya ikan besarpun terjala. Raut wajah tersebut tidak berubah, mungkin memang begitu raut wajah siabang itu, kemungkinan begitu berkonsentrasi atau karena matahari semakin meninggi dan terik menyengat. Intinya apapun yang kita sedang lakukan, sabar dan tekunlah dalam berusaha. Jika hasil tak sesuai harapan ingat selalu untuk ikhlas dengan ketentuanNya.

 

 

DSC03816
Abang saya (kanan) dengan rekannya (kiri) sesama pemburu ikan untuk difoto 😀

Semakin siang, ternyata semakin banyak pengunjung yang berdatangan baik dari kampung rocitan, maupun dari kampung tetangga. Ada yang berjalan kaki, naik sepeda motor (kereta), dan naik mobil bak terbuka. Seru dan sangat mengasyikkan berada dalam suasana yang begitu semangat dan penuh keramahan satu sama lain saat itu. “Semangat Menjala !”

DSC03846
Semakin siang semakin bersemangat menjala ikan

 

Lubuk larangan merupakan sebuah tradisi untuk menjaga alam disekitar kita, sebagai sebuah wujud kearifan lokal yang selayaknya kita lestarikan. Lubuk Larangan ini juga dapat kita jadikan sebagai daya tarik pariwisata dari tradisi yang tetap di jaga dari waktu kewaktu. Andai dikota kota besar masih ada kearifan lokal seperti lubuk larangan ini, mungkin tak akan ada istilah sungai tercemar, hutan kota penuh sampah dan lain sebagainya. Tradisi ini tidak hanya berada dikampung Rocitan, namun hampir diseluruh desa yang ada aliran sungainya di Tapanuli Selatan, dan beberapa daerah di pulau Sumatera.

Menjaga alam bukan hanya tugas mereka para pecinta alam, namun tanggung jawab seluruh penghuni alam, termasuk kita, ya aku dan kamu ….

Medan, 22 Juli 2016